Rabu, 20 November 2019
Sabtu, 19 Oktober 2019
PHONOLOGY
PHONOLOGY
APA YANG DIMAKSUD DENGAN PHONOLOGY ?
Phonology
adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari tata bunyi/kaidah bunyi dan
cara menghasilkan.
Phonology
merupakan bagian penting dari suara atau bunyi di dalam pengucapan bahasa.
Fonologi diartikan sebagai kajian bahasa yang mempelajari tentang bunyi-bunyi
bahasa yang diproduksi oleh alat ucap manusia. Bidang kajian fonologi adalah
bunyi bahasa sebagai satuan terkecil dari ujaran dengan gabungan bunyi yang
membentuk suku kata.
Fonologi terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu :
Fonetik
Mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau
dilafalkan. Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh
manusia, terutama yang berhubungan dengan penggunaan dan pengucapan bahasa
Fonemik adalah
kajian atau analisis Bunyi bahasa dengan memperhatikan statusnya sebagai
pembeda makna. Bunyi bahasa yang diucapkan oleh manusia akan memiliki pembeda
makna pada setiap bunyi bahasanya.
Ada 3 (tiga) unsur penting ketika organ ucap manusia
memproduksi bunyi atau fonem, yaitu:
a)
udara - sebagai penghantar bunyi
b)
artikulator - bagian alat ucap yang bergerak, dan
c)
titik artikulasi (disebut juga artikulator pasif) - bagian alat ucap
yang menjadi titik sentuh artikulator.
Fungsi Phonology
Untuk mengetahui perubahan bunyi suara pada suatu kata.
Mempelajari tentang proses pembentukan bunyi, penyampaian/ pengucapannya.
Mempelajari cara kerja organ tubuh manusia terutama yang berhubungan dengan
penggunaan bahasa.
Aturan Phonology
a.
Phonetic
Phonetic
mempelajari bagaimana sesuatu bunyi yang dihasilkan oleh manusia disebut secara
betul. Sedangkan fonologi adalah ilmu yang berdasarkan fonetik dan mempelajari
sistem fonetika.
b.
Alat ucap
Alat
ucap adalah organ pada tubuh manusia yang berfungsi dalam pengucapan bunyi
bahasa. Organ-organ yang terlibat antara lain adalah paru-paru, laring, faring,
rongga hidung, rongga mulut, bibir, gigi, lidah, alveolum, palatum, velum, dan
uvula.
Alat
ucap terbagi dua yaitu artikulator pasif dan artikulator aktif. Artikulator
pasif adalah organ-organ yang tak bergerak sewaktu terjadi artikulasi suara
seperti bibir atas, gigi atas dan alveolum. Artikulator aktif bergerak ke arah
artikulator pasif untuk menghasilkan berbagai bunyi bahasa dengan berbagai
cara. Artikulator aktif utama adalah lidah, uvula, dan rahang bawah (termasuk
gigi bawah dan bibir bawah).
c.
Proses
fonasi
Fonasi
atau proses bersuara adalah
suatu proses di mana pita suara di tenggorokan menghasilkan bunyian dengan atau
tanpa suara. Misalnya, konsonan ‘h’ dan ‘k’ dihasilkan tanpa getaran pita
suara, karena itu disebut bunyian tanpa suara. Bunyian vocal (a, i, u, e, o)
dihasilkan dengan getaran pita suara, maka disebut bunyian bersuara.
d.
Klasifikasi
Bahasa
Klasifikasi
bahasa adalah sebuah metode untuk menyusun data secara sistematis atau
menurut beberapa aturan atau kaidah yang telah ditetapkan dalam mengelompokan
bahasa.
e.
Klasifikasi
vocal
Klasifikasi
vocal adalah sebuah metode untuk menyusun data secara sistematis atau
menurut beberapa aturan atau kaidah yang telah ditetapkan dalam mengelompokan
vocal/suara .
f.
Silabel
Silabel
atau Suku kata adalah satu fonem atau lebih yang ditandai oleh satu puncak
kenyaringan fonem yang terletak pada vokal.
JENIS-JENIS PROSES PHONOLOGY
Proses fonologis didefinisikan sebagai proses perubahan
suara. Jensen terbagi menjadi sembilan jenis proses fonologis. Itu adalah
asimilasi, disimilasi, ganti rugi, benteng, penyisipan, penghapusan,
lenghthening, perpanjangan kompensasi, dan pemendekan (Jensen, 2004).
1.
Sebuah.
Asimilasi
Jenis
ini didefinisikan bahwa suara telah berubah menjadi menjadi seperti suara
terdekat. Misalnya, anjing dan sapi dikenal sebagai morfem jamak Inggris.
Kata-kata ini diucapkan, sementara kucing diucapkan.
2.
Disimilasi
Tipe
ini didefinisikan jika ada suara yang menjadi kurang seperti suara tetangga.
3.
Lenition
Jenis
ini disebut melemah, suatu pengurangan itu terjadi dalam suara untuk tingkat
striktur. Untuk misalnya, [t] untuk takjub, taksir, batu, [tʰ] untuk timah,
tradisi.
4.
Benteng
Jenis
ini adalah kebalikan dari ganti rugi. Benteng terjadi dalam suara yang
disebabkan oleh bergerak, bisa jadi diperkuat dengan bergerak. Misalnya,
aspirasi Bahasa Inggris berhenti bersuara di posisi awal kata dan sebelum
menekankan vokal, ulet, kerabat, dan batu topas.
5.
Insersi
Tipe
ini juga disebut epenthesis. Penyisipan adalah didefinisikan sebagai penambahan
dalam suatu segmen. Ini digunakan untuk memfasilitasi pengucapan. Misalnya,
gereja, semak-semak, kuda, dan hakim, ada penyisipan [É©] untuk kata-kata ini.
Akibatnya, morfem jamak memiliki bentuk [ɩz]. Vokal dimasukkan di antara ini
segmen untuk membuatnya lebih mudah dan itu juga untuk memastikan bahwa morfem
jamak dipahami dengan jelas. Karena, pengucapan urutan [sz] adalah sulit.
6.
Penghapusan
Jenis
penghapusan yang berlawanan adalah penyisipan. Penghapusan didefinisikan
sebagai cara berurusan dengan cluster yang sulit konsonan. Misalnya antara dua
kata ini, bilah [bɑ:] dan parkir [pɑ: k].
7.
Lenghthening
Jenis
ini mempengaruhi panjang vokal fonemik. Di Rusia, panjang vokal terjadi dalam
alofonik. Sebagai contoh, [u] ruki yang ditekankan berarti 'tangan' sementara
[u] tanpa tekanan dari ruki berarti 'tangan'. Tekanan [u] dari ruki lebih
panjang dari [u] tanpa tekanan.
8.
Lenghthening
Kompensasi
Tipe
ini adalah bentuk khusus dari pemanjangan. Untuk Misalnya lenghthenings yang
terjadi dalam bahasa Latin. Vokal diperpanjang sebagai kompensasi atas
hilangnya itu awalnya mengikutinya saya.
9.
Memendekkan
Jenis ini
terjadi dalam vokal yang menjadi lebih pendek di depan konsonan bersuara atau
konsonan bersuara. Untuk contoh tulis ['ɹəyt], dengan diftong [ɑy] dan [ɑw]
vokal dinaikkan menjadi mid vowel [É™].
Langganan:
Komentar (Atom)
Maria Letare Sitompul
*Technology* Title : Technology Ts : - make thing easier And to increase income Body : - When you want to order food just open ...